Dari Pnps Ke Psn: Sosiologi Pengetahuan Tentang Sosiologi Marginalisasi Kepercayaan Asli Nusantara Dalam Pembangunan
Keywords:
Sosiologi Pengetahuan; Marginalisasi Epistemik; Penghayat Kepercayaan; Proyek Strategis Nasional; Ruang Hidup; Keadilan Ekologis.Abstract
Studi ini melihat bagaimana paradigma hukum dan kebijakan publik Indonesia berubah sehubungan dengan eksistensi penganut kepercayaan asli Nusantara. Pergeseran ini berlangsung dari fase represif-restriktif Penetapan Presiden Nomor 1/PNPS/1965 (PNPS) hingga fase teknokratis-ekstraktif Proyek Strategis Nasional (PSN). Studi ini meneliti bagaimana pembicaraan tentang pembangunan nasional mengabaikan pengetahuan, spiritualitas, dan tradisi lokal (epistemic marginalization). Ketidakseimbangan penelitian menunjukkan adanya paradoks mendasar: meskipun pengakuan hukum-administratif terhadap identitas penghayat kepercayaan dan masyarakat adat meningkat setelah Putusan Mahkamah Konstitusi No. 97/PUU-XIV/2016, praktik pembangunan berbasis PSN terus-menerus menghilangkan ruang hidup, tanah ulayat, situs sakral, dan perspektif lokal masyarakat. Menurut kerangka penelitian kualitatif-analitis, pengakuan identitas formal tanpa pemulihan hak atas ruang hidup hanyalah pengakuan superfisial. Dalam situasi ini, pengetahuan spiritual-kultural masyarakat adat dianggap lebih penting daripada rasionalitas ekonomi-pembangunan




