Kajian Etnosains Pembuatan Garam Tradisional Bima Sebagai Sumber Belajar Ipas Berbasis Budaya Lokal

Authors

  • Devia Sugmawati Universitas Nggusuwaru Bima
  • Hasanudin Universitas Nggusuwaru Bima
  • Nurul Istiqamah Universitas Nggusuwaru Bima

Keywords:

etnosains; garam tradisional Bima; kearifan local; pembelajaran sains

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali pengetahuan etnosains pada praktik pembuatan garam tradisional di pesisir Bima, Nusa Tenggara Barat. Pengetahuan lokal masyarakat pesisir dalam mengolah air laut menjadi garam mengandung prinsip sains yang diturunkan secara lisan antar generasi, namun belum banyak diangkat sebagai sumber belajar formal di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung pada proses produksi garam, wawancara mendalam dengan petani garam, dan studi dokumen. Subjek penelitian adalah lima petani garam tradisional di wilayah pesisir Bima yang masih aktif menjalankan praktik tersebut. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan garam tradisional Bima memuat konsep sains seperti penguapan, kristalisasi, perpindahan panas, dan kelarutan. Masyarakat menggunakan indikator alam seperti arah angin, intensitas cahaya matahari, dan tekstur tanah untuk menentukan waktu dan lokasi produksi garam. Pengetahuan ini terbukti relevan untuk dikembangkan menjadi materi pembelajaran sains kontekstual di sekolah dasar maupun menengah, khususnya dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal yang sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi etnosains garam tradisional ke dalam pembelajaran dapat memperkuat pemahaman konsep sains siswa sekaligus melestarikan budaya lokal Bima.

Downloads

Published

2026-06-20

How to Cite

Devia Sugmawati, Hasanudin, & Nurul Istiqamah. (2026). Kajian Etnosains Pembuatan Garam Tradisional Bima Sebagai Sumber Belajar Ipas Berbasis Budaya Lokal. REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 9(01), 34–41. Retrieved from https://ejournal.hamjahdiha.org/index.php/reform/article/view/317