Kedudukan Filsafat dalam Pendidikan dan Sebab-Sebab Filsafat Menerima Pengetahuan
Keywords:
Filsafat Pendidikan, Epistemologi, Filsafat Islam, Kurikulum.Abstract
Penelitian ini mengkaji kedudukan filsafat dalam ranah pendidikan serta alasan‑alasan mengapa filsafat menerima, menelaah, dan memverifikasi pengetahuan. Kajian dilakukan melalui sintesis kepustakaan (literature review) terhadap karya‑karya klasik dan kontemporer, termasuk karya Prof. Dr. H. Andi Marjuni tentang filsafat pendidikan Islam, serta artikel‑artikel jurnal yang relevan. Temuan utama menunjukkan bahwa filsafat menempati posisi sebagai landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis bagi praktik pendidikan; filsafat menerima pengetahuan karena kebutuhan untuk memahami hakikat kebenaran, sumber pengetahuan, dan nilai orientasinya; dan integrasi filsafat dalam pendidikan memungkinkan pengembangan kurikulum yang holistik dan praksis pembelajaran yang kritis serta beretika
References
Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and Secularism. Kuala Lumpur: ISTAC.
Dewey, J. (1916). Democracy and Education. New York: Macmillan.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. New York: Herder and Herder.
Humairah, A. E., Marjuni, A., & Sukawati, S. (2024). Memahami Dikotomi Ilmu
(kutipan utama dari karya Prof. Marjuni dan sumber klasik Barat)
Marjuni, A. (2021). Filsafat Pendidikan Islam. Makassar: Alauddin University Press.
Marjuni, A., & Achruh, A. (2024). Eksplorasi Definisi Filsafat Pendidikan Menurut Para Ahli: Suatu Tinjauan Literatur. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(2), 45–62.
Pengetahuan Umum dan Agama Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. JUPENJI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keislaman, 5(1), 12–27.
Ruslan, R., Nilawati, S., Marjuni, A., & Achruh, A. (2024). Hubungan Antara Filsafat dan Pendidikan. Guiding World (Bimbingan dan Konseling), 8(1), 77–90.
Plato. (trans. 2000). The Republic. Cambridge University Press.



