Etika Digital Perspektif Hadis (Studi Tematik Tntang Konsep Haya’ (Malu) Sebagai Landasan Menjaga Marwah Diri Remaja Muslim Di Media Sosial)

Authors

  • Nurul Hasanah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Abustani Ilyas Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • , Zulfahmi Alwi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.70004/pradgma.v2i03.213

Keywords:

Etika Digital, Hadis Tematik, Haya’, Marwah Diri, Remaja Muslim, Media Sosial

Abstract

Media sosial telah menjadi ruang eksistensi tak terpisahkan bagi remaja muslim, namun sekaligus menghadirkan tantangan serius terhadap marwah (kehormatan dan harga diri). Fenomena seperti oversharing, pencitraan diri berlebihan, cyberbullying, dan konsumsi konten negatif mengancam nilai-nilai luhur seorang muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi sebuah kerangka etika digital yang berlandaskan pada nilai Islam yang fundamental, yaitu al-haya’ (rasa malu). Dengan menggunakan metode penelitian hadis tematik (maudhu’i), penelitian ini menghimpun, mengkritik, dan menganalisis hadis-hadis kunci tentang haya’ dari kitab-kitab hadis primer. Hasil analisis menunjukkan bahwa haya’ dalam perspektif hadis bukanlah sifat pasif atau minder, melainkan sebuah bentuk kesadaran iman yang aktif dan berfungsi sebagai mekanisme kontrol internal. Konsep ini kemudian disintesis menjadi empat prinsip etika digital: (1) Haya’ sebagai filter konten internal sebelum memproduksi atau menyebar informasi; (2) Haya’ sebagai pendorong interaksi positif dan pencegah perilaku destruktif; (3) Haya’ sebagai benteng penjaga privasi dan batasan diri; dan (4) Haya’ sebagai pemandu dalam mengonsumsi konten yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi konsep haya’ dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi remaja muslim dalam menjaga marwah diri di tengah arus informasi media sosial yang kompleks.

References

Aplikasi Hadis Digital, Ensiklopedi Hadis. Aplikasi Kitab Klasik, Maktabah Syamilah. Apliaksi Hadis Digital, Sunnah.com.

Al-Asqalani, Ibnu Hajar. Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Ma’rifah.

Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. 1987. Al-Jami’ al-Musnad as-Sahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah SAW wa Sunanihi wa Ayyamihi (Shahih al-Bukhari). Beirut: Dar Ibn Katsir.

Al-Farmawi, Abd al-Hayy. 1977. Al-Bidayah fi at-Tafsir al-Maudhu’i. Kairo: Maktabah al- Jumhuriyah.

Al-Naisaburi, Muslim bin al-Hajjaj. (t.t.). Sahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi.

An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. 2000. Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj. Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi.

Ash-Shalih, Subhi. 2009. Ulumul Hadits wa Mushthalahuhu. Jakarta: Pustaka Amani. Aznar, Hasan. 2018. Metodologi Penelitian Hadis Nabi. Yogyakarta: Idea Press.

Husen, Nadirsyah. 2019 Saring Sebelum Shering. Yogyakarta: Bentang..

Ibnu Rajab. 2001. Jāmi’ Al-‘Ulūm Wa Al-Ḥikam. Bairūt: Mu’assasah al-Risālah.

Lubis, A. S. 2021. Perilaku Oversharing Remaja di Media Sosial Ditinjau dari Perspektif Islam. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 5(1), 45-58.

Moh Imron, Mhmudi, Moh Iqbal, Weis Arqurnai. 2023. Etika Bermedia Sosial Perspektif Hadis. Kabilah. Vol.8 No.1 Link : https://ejournal.iainata.ac.id/index.php/kabilah/article/view/278/279

Rahman, Fazlur. 1982. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Shihab, M. Quraish. 2014. Akhlak Al-Qur’an: Tafsir Tematik Ayat-Ayat Akhlak. Tangerang: Lentera Hati.

Syah, M. U. 2020. Konsep Haya’ dalam Al-Qur’an dan Hadis serta Implikasinya terhadap Pendidikan Akhlak. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 6(01), 77-90.

Turkle, Sherry. 2011. Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other. New York: Basic Books.

Syukur, Yunardi., & Putranto, Tri. 2020. Muslim 0,4. Jakrta: Gramedian.

Zarkasyi, Hamid Fahmy. 2020. Peradaban Islam: Makna dan Strategi Pembangunannya. Jakarta: INSISTS.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Nurul Hasanah, Abustani Ilyas, & , Zulfahmi Alwi. (2025). Etika Digital Perspektif Hadis (Studi Tematik Tntang Konsep Haya’ (Malu) Sebagai Landasan Menjaga Marwah Diri Remaja Muslim Di Media Sosial). P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media, 2(03), 69–75. https://doi.org/10.70004/pradgma.v2i03.213