Strategi Pengembangan Wisata Air Terjun Berbasis Ekowisata Dan Pemberdayaan Masyarakat: Analisis Empiris Di Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara
Keywords:
Wisata; Air Terjun; Ekowisata; Pemberdayaan Masyarakat; SantongAbstract
Desa Santong di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi kekayaan alam berupa bentang air terjun yang melimpah, namun pengelolaannya sebagai destinasi ekowisata berkelanjutan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan kondisi objektif destinasi wisata air terjun di Desa Santong, mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi dinamika pengembangannya, serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata yang selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive (terdiri atas pihak pemerintah desa, pengelola tempat wisata, tokoh masyarakat, dan wisatawan), serta studi dokumentasi atas rekapitulasi data kunjungan. Data dianalisis mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Santong memiliki lebih dari 30 titik air terjun dengan dua destinasi utama, yaitu Tiu Teja (ketinggian ±40 meter) dan Tiu Sekeper (ketinggian ±102 meter). Meskipun memiliki keaslian alam yang tinggi, pengembangannya masih menghadapi hambatan pada kendala aksesibilitas (jalan tanah/berbatu sepanjang 2 km), keterbatasan amenitas (belum ada toilet permanen dan penunjuk arah), serta kelembagaan Pokdarwis yang belum memiliki struktur kerja fungsional dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Strategi pengembangan yang direkomendasikan berfokus pada penataan infrastruktur dasar, penguatan kapasitas kelembagaan Pokdarwis melalui pelatihan dan legalitas BUMDes, optimalisasi promosi digital, serta penerapan regulasi konservasi lingkungan yang ketat untuk menjaga kelestarian ekosistem




