Kajian Hukum Tentang Perjanjian Utang Piutang
Keywords:
perjanjian, utang, piutangAbstract
Perjanjian utang piutang adalah suatu bentuk hubungan hukum antara dua pihak yang mengikat secara sah menurut ketentuan dalam KUHPerdata. Studi hukum mengenai perjanjian ini bertujuan untuk memastikan terpenuhinya hak serta kewajiban para pihak sesuai dengan asas keadilan dan kepastian hukum. Dalam pelaksanaannya, seringkali muncul permasalahan seperti wanprestasi atau kontrak yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kajian ini bertujuan untuk menelusuri aspek hukum formil dan materiil dalam perjanjian utang piutang serta mengevaluasi konsekuensi hukumnya apabila terjadi pelanggaran. Penelitian ini menggunakan metode normatif yuridis dengan menganalisis peraturan, literatur hukum, serta yurisprudensi yang relevan. Dari hasil analisis ditemukan bahwa penerapan asas kesepakatan dan perumusan isi perjanjian yang jelas sangat berperan dalam mencegah timbulnya konflik hukum di kemudian hari.
References
Prawirakusuma, A. R., & Sulistiyantoro, H. (2024). Kajian yuridis perjanjian hutang piutang menggunakan media digital (Studi putusan Nomor 766/Pdt.G/2022/PN SBY). Kabillah: Journal of Social Community, 9(2). https://doi.org/10.35127/kabillah.v9i2.401
Kenotariatan, N., Halim, A. N., & Lontoh, R. (2024). Perlindungan hukum terhadap pemilik tanah yang dialihkan kepemilikan hak atas tanahnya berdasarkan klausula janji untuk memiliki dalam perjanjian utang-piutang. Themis: Jurnal Ilmu Hukum, 2(2). https://doi.org/10.70437/themis.v2i2.892
Fikrun, M. (2023). Aspek hukum perdata terhadap wanprestasi dalam perjanjian utang piutang tanpa jaminan. Jurnal Tana Mana, 6(2). https://doi.org/10.33648/jtm.v6i2.1124
Artika Sari Asmin, B., Setiawati, S., & Burnama, Y. (2023). Analisis hukum perdata mengenai hilangnya perikatan akibat utang. Jurnal Kewarganegaraan, 8(1). https://doi.org/10.31316/jk.v8i1.6431
Tuerah, A. M. (2024). Perbuatan melawan hukum dalam perjanjian utang piutang menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Studi kasus putusan Nomor 676/Pdt.G/2020/PN.Sby). LEX ADMINISTRATUM, 12(3). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/administratum/article/view/55673
Bua, N. D. (2025). Kajian hukum atas perjanjian utang piutang terhadap debitur yang meninggal sebelum utang lunas. LEX PRIVATUM, 15(3). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/61192
Anggriawan, E. (2021). Perlindungan Hukum Terhadap Debitur Yang Diancam Oleh Kreditur Dalam Perjanjian Hutang Piutang Secara Online. Jurnal Pemuliaan Hukum, 3(2), 65–82. https://doi.org/10.30999/jph.v3i2.1440
Kurniawan, G. P., Shalikhah, S. Z., Shofiat, H., Azizah, N. N., & Mahmud Mochtar. (2021). Jurnal Tana Mana. Jurnal Tana Mana, 2(1), 46–48.
Sinaga, N. A. (2018). Peranan Asas-Asas Hukum Perjanjian Dalam Mewujudkan Tujuan Perjanjian. Binamulia Hukum, 7(2), 107–120. https://doi.org/10.37893/jbh.v7i2.20
Tuerah, A. M., Sondakh, J., & Sheriman, I. (2021). JURNAL+SKRIPSI+Angelique+Maria+Tuerah (1). 3(1).
Wahyu, A. A., Fuad, F., & Machmud, A. (2024). Aspek Kepastian Hukum dalam Perjanjian Jaminan Fidusia. Binamulia Hukum, 13(2), 429–445. https://doi.org/10.37893/jbh.v13i2.935





